Rasa etika itu ditunjukkan dengan ucapan terima kasih Yudie Chaniago kepada para mentor, seperti Iwan Sagita, (alm) Dian Pramana Putra, Iwan Fals yang juga memberi pengaruh dalam bermusik. Tidak ketinggalan juga musisi Barat juga disebut yang telah memberi pengaruh musikalitasnya, seperti Michael Learns to Rock, Beatless, dan Queen. Bahkan, rasa terima kasih tulus sekali ditujukan kepada masyarakat Kalbar karena dalam kondisi tidak memungkinkan dapat terjual satu juta keping kopi album Arwana.
Bagi Yudie Chaniago, bermusik tidak hanya terkait jago bermusik atau bernyanyi apalagi berhubungan dengan industri, akan terkait dengan dunia dagang yang komersial, kompleks, dan kompetitif. Selain itu, bermusik berdampak meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia setempat. Saat kejayaan Arwana, Kalbar menempati posisi grade A paling tinggi di Industri musik, sedangkan sekarang ini turun drastis grade paling bawah di nomor dua belakang Papua. Keadaan perununan grade ini yang banyak tidak diketahui.
Tidak kalah penting, proses spiritual atau tersirat yang dikatakannya, memang harus ditempuh apalagi saat perjalanan Arwana diterpa keprihatinan mendalam dan berbagai tekanan. Sikap spiritualitas itu yang dapat mengatasinya untuk tetap menjaga asa dan akan mengasahnya dalam proses kreativitas menciptakan lagu. Yudie Chaniago berkeyakinan bahwa karya yang menjadi masterpiece tidak mungkin kalau tidak melewati pengalaman spiritualitas.
