Opini

Sejenak Bersama Yudie “Arwana” Chaniago

Sejenak Bersama Yudie “Arwana” Chaniago

Arwana pun memasuki industri musik pada 1997 dan proses berikutnya dilakukan pada 1998 sebagai kosekuensi memasuki dunia musik komersil. Lagu-lagu yang dibawakan pun terkenal dan bisa dibilang lagu-lagu evergreen, melegenda dan pada saat bersamaan Indonesia tengah mengalami ketidakmenentuan sosial-politik,. Mungkin itu sekelumit kecil perjalanan musik grup Arwana, yang memantik memasuki lorong waktu masa lalu.

Ungkap Yudie Chaniago mengenang kebersamaan dengan Hendri Lamiri, penggesek biola band Arwana, sebagai teman kecil sepermainan. Setelah SMA tidak bersama lagi, Yudie Chaniago meneruskan studinya ke luar negeri, Australia dan China, di bidang musik, minat (passion) besarnya. Menurut pengakuannya, terdapat tarikan khusus saat melihat dan mendengarkan musik berjenis perkusi (alat musik pukul). Tidak mengherankan jika dalam tembang Arwana terdengar alunan bunyi alat musik perkusi, seperti dalam video klip tembang Kunanti, yang dipukul sendiri oleh Yudhie Chaniago yang saat itu masih berambut gondrong.