Opini

Si Malaekat, BI’ TAAM

Si Malaekat, BI’ TAAM
Dr Leo Sutrisno

Ia bercerita tetang kejadian itu. Saat itu, sesungguhnya merupakan kegiatan lapangan mengumpulkan data thesisnya tentang musik Melayu kepulauan. Thesis untuk meraih doktor dalam bidang etno-musikologi. Karena ibunya sudah mendalami musik Melayu daratan sebagai obyek telaahnya maka ia mengambil musik Melayu kepulauan.

Untuk mengusir sepi, setiap akhir pekan Mia terbang ke Solo menonton wayang kulit. Darah ayahnya, dosen bahasa Jawa sekaligus penggemar wayang kulit Jawa, meresap dalam bawah sadar Miabella sejak usia dini.

Ternyata, wayang kulit gaya Surakarta itulah yang menumbuhkan keinginan kuat Miabella mendalami lebih jauh tentang isi ajaran “Sastra Jendrohayuningrat pangruwating Diyu”. Istilah itu sudah berulang kali dibaca olehnya dalam buku babon pedalangan milik ayahnya.

“Letih aku mencari seseorang yang mau mengajarkan ilmu itu kepadaku. Di ujung ketetihanku, akhirnya, ada seorang dalang sepuh yang bersedia menjelaskannya. Hatiku berbunga-bunga menerima tawarannya”.

“Aku sungguh terbawa oleh kepiawiannya. Aku menghayati proses pembelajaran itu secara total. Dan, semua memang terasa indah” Ia memandang jauh ke luar, melayang menembus celah-celah pantulan cahaya permukaan air laut di tengah hari.