“Dokter tahu, sebagian besar keluarga Italia masih sangat tradisianal dalam mendidik anak-anak. Tidak terkecuali keluarga kami. Tentu saja aku juga harus menjaga nama baik Pak Guruku itu. Maka, kudamparkan hidupku di pulau kecil ini bersama Mak Taam, si malaekat penolong. Kandidat doktor Miabella sudah lenyap dalam khasanah para musikolog, tidak terkecuali dari Mama dan Papa“. Berhenti sejenak. Setets air mata jatuh lagi kepangkuannya.
“Dengan nama Ridho, pemberian Mak Taam, semoga kelak jika sudah besar tidak seperti Dasamuka, Dok”. Aku Cuma mengangguk mengiyakan.
Dasamuka adalah anak pertama dari pembelajaran pertama tentang ajaran Sastra Jendrohayuningrat Pangruwating Diyu. Begawan Wisrawa dan Dewi Sukesi sama-sama masih terbawa oleh nafsu-nafsunya. Dalam epos Ramayana Raja Dasamuka bernafsu untuk menguasai dunia. Karena tidak dapat mati, dengan terpaksa si kera putih Anoman menindih tubuh Dasamuka dengan Gunung batu .
Kelak, ketika kembali ke kampus mengambil spesialis, secara tidak sengaja saya temukan uraian ajaran Sarta Jendrohayuningrat Pangruwating Diyu di buku ‘Anak Bajang menggiring Angin’ karya Sidhunata. Digambarkan dengan sangat rinci sepanjang sepuluh halaman tentang keindahan dunia tatkala Dewi Sukesi sedang menerima ajaran itu dari Begawan Wisrawa.
