Opini

Surat Terbuka (tentang Sultan Hamid II) untuk Rakyat Jelata dan Para Pemimpin Negara Jelang HUT ke-75 Republik Indonesia Tercinta

Surat Terbuka (tentang Sultan Hamid II) untuk Rakyat Jelata dan Para Pemimpin Negara Jelang HUT ke-75 Republik Indonesia Tercinta
Umbul-umbul yang terpasang dalam gerakan rakyat di bumi khaTULIStiwa dan merebak ke Kalbar serta belahan kepulauan Nusantara

Sebagai penulis – jurnalis – yang dapat kesempatan menemukan goresan tangan Bung Karno di atas kertas rancangan Sultan Hamid (1994) saya bersaksi, bahwa para pahlawan yang sudah diakui maupun yang belum diakui, bisa melihat apa yang kita perbuat di Bumi Pertiwi ini. Siapa berbuat dia dapat rahmat, siapa santai dan ‘santuy’ tidak ada itikad baik dan bulat, lihat saja akan dapat laknat. Lihat api dengan mudah membara dalam bentuk suhu udara menaik karena angkara murkanya korupsi kekayaan alam, kolusi dan nepotisme lingkungan yang menggerogoti kas negara. Bangkut dan ‘bokek’ kita sebagai bangsa. Apalagi di tengah Pandemi Covid-19 negara negara dunia mengalami resesi di mana korelasi menggurita secara global. Mari kita cari berkah dari Tuhan Yang Maha Kuasa sesuai spirit relijius Pancasila sila pertama. Melewati badai pandemi lewat semua cara. Aktual akhlakul karimah kenegaraan maupun spiritualitas kejuangan kita sebagai warisan “atas berkat rahmat Allah” sesuai preambule UUD 1945.