Opini

Surat Terbuka (tentang Sultan Hamid II) untuk Rakyat Jelata dan Para Pemimpin Negara Jelang HUT ke-75 Republik Indonesia Tercinta

Surat Terbuka (tentang Sultan Hamid II) untuk Rakyat Jelata dan Para Pemimpin Negara Jelang HUT ke-75 Republik Indonesia Tercinta
Umbul-umbul yang terpasang dalam gerakan rakyat di bumi khaTULIStiwa dan merebak ke Kalbar serta belahan kepulauan Nusantara

Mohon Bapak-Ibu pembaca maupun pejabat tinggi negara, para wakil rakyat di DPRD, DPR-RI, DPD dan MPR-RI menjawab di tengah kita gegap gempita memasang bendera merah putih di halaman rumah kita? Di kantor tempat kita cari nafkah di era kini merdeka? Mohon. Mohooon kiranya direnungkan dan dijawab dengan hati nurani lantas ambil keputusan sendiri maupun ketata-negaraan untuk turut menghargai. Bahwa apa yang diwariskan dalam lambang negara mendekatkan kita semua kepada hati-nurani Pancasila–idiologi Bangsa kita. Agar Bhinneka Tunggal Ika tidak bercerai berai, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat. Bukankah kita yang relijius di Indonesia diajarkan, setiap lewat kuburan, membaca Ya ahlil kubuur, wainnaa insya Allah hubikum lahifuun. Wahai para penghuni kubur Insya Allah kami juga akan menyusul….. Doa yang mendidik kita, bahwa ada jalinan komunikasi verbal antara yang hidup dan yang mati.