Opini

Untuk ia, Ira. Ira Puspadewi

Untuk ia, Ira. Ira Puspadewi

Saat sampai di rumah Ira di Malang, sempat heran kok tidak ada mobil di depan rumahnya. Saya teringat ke teman-teman yang jadi direksi BUMN, di manapun selalu ada mobil dengan sopir yang menunggu. Seringnya Alphard. Termasuk, kebiasaan Dirut saya.

“Mungkin sopirnya disuruh pulang. Nginap tempat lain,” pikir saya.

Saya ingat rumah Ira hanya tiga kamar. Dua untuk kita teman-temannya (saat itu berenam, tiga cowok, tiga cewek. Jdi, satu kamar untuk cowok, satu cewek). Satu kamar lagi dipakai pasangan suami istri yang jadi penjaga rumah Ira di Malang itu. Jadi, mungkin sopirnya disuruh nginap di tempat lain.

Tetapi, paginya, sampai menjelang berangkat ke acara nikahan, tidak ada mobil datang. Tidak Alphard, bahkan Innova.

Yang datang malah Avanza, mobil teman yang tinggal di Malang. Yang juga mau undangan nikahan itu. Ira pun nyantai ikut mobil Avanza itu. “Ayo berangkat…,” katanya.

Menyadarkan saya yang –lagi-lagi– tercenung, terkesiap, saat itu. Membayangkan dirut saya, yang mencetak laba hanya 1/70 dari Ira, kalau pas di luar kota, pilih-pilih harus naik mobil apa. Teringat juga, beberapa teman Direksi yang bahkan untuk urusan pribadi, tetap pakai mobil kantor yang pasti bukan Avanza.

1 Komentar

  1. Buroqi
    December 17, 2025 pukul 10:17 pm

    Sekedar menegaskan bahwa Dirut yg dimaksud dalam tulisan di atas adalah Dirut Perum Perindo periode 2018, yaitu Risyanto.

Komentar ditutup.