Opini

Untuk ia, Ira. Ira Puspadewi

Untuk ia, Ira. Ira Puspadewi

Saat bercerita kisah tersebut anak-anak saya –saat mereka bersiap masuk dunia kerja–, saya bilang: “Itulah integritas, nDuk.”

***

Saya –beruntung– berteman dengan Ira, sejak lama sekali. Kami satu kelas sejak kelas 1 di SMAN 1 Sidoarjo. Lalu, sekelas lagi, saat kuliah di Fapet UB.

Lulus kuliah, sempat lama tidak terhubung. Baru terhubung lagi, saat saya sudah bekerja di Jawa Pos. Kebetulan suami Ira, mas Zaim Uchrowi, juga orang media. Tempo, Republika, dan sempat menjadi Komisaris Utama Kantor Berita ANTARA. Jadi, pertemanan kami bersambung.

Awalnya saya dan Ira, nyambung ke saya dan Ira-Mas Zaim. Bersambung lagi menjadi pertemanan keluarga, kemudian.

Sebagai teman sejak begitu lama, saya beruntung, punya teman yang jelas integritasnya. Selain tentu saja unggul dan baik pribadinya.

Meski, saat masih sama-sama SMA itu, sejujurnya, saya tidak merasa beruntung! Karena, merasa mendapat saingan, lawan berat! Termasuk, saingan dalam hal organisasi di sekolah.

Ira, sejak SMA sudah tegas dan punya prinsip. Waktu SMA itu –tahun 1984-, dia sudah maju ke kepala sekolah untuk izin memakai jilbab. Saya, teman sekelasnya, bukannya mendukung. Saya malah menentangnya dengan prinsip sok pakai aturan: “Kalau mau pakai jilbab ya di sekolah …..” Saya menyebut nama sekolah agama waktu itu.

1 Komentar

  1. Buroqi
    December 17, 2025 pukul 10:17 pm

    Sekedar menegaskan bahwa Dirut yg dimaksud dalam tulisan di atas adalah Dirut Perum Perindo periode 2018, yaitu Risyanto.

Komentar ditutup.