Opini

Untuk ia, Ira. Ira Puspadewi

Untuk ia, Ira. Ira Puspadewi

Tapi, Ira gagal mendapat suara terbanyak, saat itu. Dia di urutan 2, dan jadi wakil ketua OSIS. Dan, tahukah penyebabnya? Ya, antara lain karena saya, yang saat itu naif, merasa Ira saingan, tidak memilih ia. Saya bahkan berkampanye againts her. Maafkan ya Ir..

Tapi, itulah Ira yang harus saya akui, saat itu sudah lebih dewasa dari saya. Hal itu tidak menjadikan kita bermusuhan. Kita masih sering berdebat, tapi bukan berarti tidak bersahabat.

Saat sama-sama kelas 3 dan tidak lagi berorganisasi, kita sering bareng lagi. Ia tidak segan ke rumah, bersama teman-teman lain, untuk belajar jelang ujian. Untuk pelajaran yang ia anggap saya lebih bisa, ia tidak segan belajar. Itu di pelajaran Bahasa Inggris.

Dan, itu berlanjut saat kuliah. Di Senat Mahasiswa, kita di departemen yang sama. Di kepanitiaan, saat saya jadi ketua, ia membantu jadi Seksi Acara.

Saya pun beruntung jadi saksi, keunggulan ia, dari SMA berlanjut hingga kuliah.

***

Berlanjut lagi saat sama-sama di dunia kerja. Saat itu, ia berkarier di GAP, yang membuat ia lebih sering di luar negeri. Lama sekali tidak kontak, lalu nyambung kembali saat ada Facebook (FB) 2008. Saya yang saat juga sudah pakai FB, tiba-tiba mendapat pesan di messenger FB. Dari Ira.

1 Komentar

  1. Buroqi
    December 17, 2025 pukul 10:17 pm

    Sekedar menegaskan bahwa Dirut yg dimaksud dalam tulisan di atas adalah Dirut Perum Perindo periode 2018, yaitu Risyanto.

Komentar ditutup.