Politik

Kesaksian H Gusti Syamsumin–Berjuang untuk Sultan Hamid dari Senayan

Kesaksian H Gusti Syamsumin–Berjuang untuk Sultan Hamid dari Senayan
Foto tahun 2015 di kediaman H Gusti Samsumin, kawasan Perdana, Kota Pontianak.

Pak Syam memang khas. Dia selalu menyebut dirinya di depan orang lain dengan kata Bapak. Barangkali terbiasa. Sebab beliau berlatar belakang seorang guru. Bahkan memimpin SMPN 3 menjadi sekolah teladan. SMAN 1 Pontianak juga bonafide. SMPN 1 yang “bobrok” jadi idola, dan seterusnya beliau menjadi birokrat di Dinas/Kanwil PDK Kalbar maupun PGRI. Saya pikir beliau “sukses” memimpin DPD Golkar dan DPRD Kalbar sebelum ke Senayan karena talenta dan kesabarannya sebagai seorang guru. Konstituennya alias muridnya bertebar-biar di segenap penjuru mata angin. So beliau mudah jadi “wakil rakyat”. Dan beliau vokal. Termasuk melawan argumentasi TNI/Polri soal APRA.

“Hanya satu kelemahan Bapak saat diserang TNI/Polri. Bahwa Bapak tidak punya hasil riset Anshari Dimyati yang mengupas detail dasar hukum dan poin-poin putusan Pengadilan terhadap Hamid terkait pemberontakan APRA yang dipimpin Westerling.” Memang Anshari Dimyati menulis tesisnya di Universitas Indonesia setelah Pak Syam “lengser keprabon mandeg pandito”. Jadi, memang kurang matching…