Sebagai jurnalis yang terus mengikhtiarkan terkuaknya fakta-fakta yang aktual, lihat foto dokumentasi SH Foundation. Betapa bersahabatnya Bung Karno, dan Hatta dengan Hamid. Lihat pula betapa ramainya warga Ibu Kota Djakarta saat itu untuk menyaksikan SH diadili. Sebagai jurnalis dengan langgam kerja 5W plus 1 H saya bertanya, “Kenapa ramai sekali? Ada ketertarikan apa rakyat Indonesia saat itu? Mereka digerakkan datang atau datang dengan hati nurani? Sehebat apakah SH saat itu di pentas nasional? Bagaimana jalan ceritanya, bahwa Kalbar adalah negara merdeka dan berdaulat penuh sebagai wilayah NKRI terakhir bergabung dengan Republik Indonesia? Banyak hal menjadi misteri dan itu semua sungguh amat sangat menarik…
Tulisan dari wall FaceBook saya itu tertanggal 25 Juli 2005. Kini Pak Sam telah tiada. Tepatnya 4 April 2020. Persis 3 bulan yang lalu. Namun perjuangan Beliau nyata adanya. Sebelum napas berpisah dengan raga. Saya tidak menafikan kesaksian tokoh yang satu ini. Beliau orang baik. Sampai ajal menjemput nyawa dia berkhidmat memimpin Yayasan Mujahidin. Mesjid Raya. Terbesar dan ternegah di Kalimantan Barat.
