Bagaimana mengumpulkan nilai-nilai tersebut? Anas mengarahkan perlunya diskusi terfokus dan melahirkan rekomendasi semacam RPJM di pemerintahan. Ada rencana pembangunan jangka menengah yang dirumuskan lebih rinci dalam target, serta teknis program di lapangan. “Ini semua merupakan langkah manajemen yang ilmiah,” tambahnya.
Di tempat yang sama, sebagai pembicara ketiga adalah Ahmad Sofyan. “Pada saat saya bergabung di Mimbar Untan, suasana reformasi sudah mereda,” akunya. Namun pria yang akrab disapa dengan Asof ini mengaku sangat terpengaruh dengan kiprah aktivis di pers kampus. Dinamika idealisme pers mahasiswa ini pula yang membawanya terpilih sebagai Direktur Eksekutif LPS-Air sebuah NGO yang ternama di Kalbar. Asof menegaskan pentingnya telaah kritis yang ilmiah. Karena bertumpu pada tataran tersebutlah Mimbar Untan akan tetap tampil terdepan dalam ide dan karya yang mengedepankan kontrol sosial.
