Sebagai pembicara terakhir adalah Anin wartawan Tribun Pontianak. “Karena malam semakin larut, saya sebagai alumni hanya menghimbau bahwa Anda mau belajar apa saja, kami di Tribun Pontianak terbuka. Mau belajar di bidang cetak silahkan, di bidang online pun oke.”
Acara Mimbar Untan 18 tahun ini ditutup dengan pembagian karya “Civitas”, majalah dan tabloid. Kemudian tentu saja foto bersama. Jam tangan sudah menunjukkan angka 23.30. Suasana temaram makin kelam karena hari sudah hampir berganti penanggalan. Namun di dalam batin para aktivis pers kampus, sebaliknya, muncul spirit baru pergerakan yang mencerahkan. (Nur Iskandar)
Baca Juga:Club Menulis IAIN dan Anggota Baru
