Berita

Filantropi Hati-hati! Modus Penipuan Berkedok Ziswaf

Filantropi Hati-hati! Modus Penipuan Berkedok Ziswaf

[10.19, 6/12/2020] Dadang Suhendra Bandung: Maksud nya pak?
[10.19, 6/12/2020] Dadang Suhendra Bandung: yang untuk ibu murni apa sudah bapak salurkan?

“Kang mohon maaf, Badan Wakaf Indonesia masih cek di lokasi. Melalui BWI Jabar yang di Bandung, kunjungan ke Asrama Pondok Al Amin, sudah cek ke KH Saefudin …..” Saya gantung sampai di situ sebab saya sudah koordinasi sama KH Saefudin dan dibilang tidak ada nama Murni di Al Amin-Bandung.

“Nama Bu Murni fiktif!” Demikian saya ke Dadang.

“Itu asrama baru pak,” jawabnya.

“Boleh di sharelok Kang?” Sejak saat itu WA Dadang stop. Skak mad.

Murni juga begitu. Saya minta sharelok lokasi pasien yang katanya di RS Advent Bandung tak berani sharelok. Mungkin keduanya takut langsung diciduk polisi.

Sementara Senin pagi pukul 08.00, staf Yayasan Visi TOP Indonesia cek nominal rekening tidak berubah. Tidak ada dana transfer yang masuk. Saya pun mengurut dada. Bahwa masih ada orang yang tega hendak mengibuli pegiat ziswaf demi memetik uang masuk jutaan rupiah senilai yang dia transfer–katanya–yang kalau pengelola ziswaf tidak kenyang makan asam garam keuangan, bisa jadi tertipu. Melalui kisah ini, saya hanya mau bilang hati-hati. (Penulis adalah pegiat Wakaf Literasi-Literasi Wakaf. Anggota BWI Kalbar Bidang Wakaf Produktif. CP WA 08125710225).