Berita

Filantropi Hati-hati! Modus Penipuan Berkedok Ziswaf

Filantropi Hati-hati! Modus Penipuan Berkedok Ziswaf

Dadang bilang begini,”Jadi begini pak tadi saya kebetulan sudah konfirmasi dengan beliau namun setelah itu saya minta kirim nomor rekening dan beliau baru merespon lagi malam ini dari pada saya bolak balik jadi saya nitip sama bapak karena saya juga akan ada acara.” Sebuah penjelasan yang membingungkan bukan?
Saya jawab saja, “Noted. Subhanallah.”

picture.5

Dadang, “Jadi dan kebetulan saya ada rencana akan aqiqoh putri saya dan saya cari info bagai mana langkah baik nya di situ untuk membantu pembangunan dan sedekah pada anak yatim.”

Saya jawab pakai pantun. Mumpung demam pantun. “Sungguh mulia hati Kang Dadang// Bertahkim asrama yatim// Secepat kilat saye meriang// Jalankan amanah jauhkan zholim ❤️// Amiin yra.”

Dadang, “Baik pak terima kasih ya pak…..mohon di upayakan ya pak agar bisa membantu ibu murni.”

Saya bilang lagi, “Zikir senantiasa terpatri// Ikhtiar penghias saban hari// Wabil khusus Kang Dadang jangan bersedih hati// Ibarat kembang–besok–Insya Allah menjadi//”
Dadang, “Baik pak.”

Minggu pagi Dadang telepon. “Assallamualaikum…”

Saya, “www. maaf lagi dinas luar kota kang….balik senin.”

“Lalu bagai mana pak untuk asrama ibu murni?”

“Insya Allah Senin. Asrama? Mesjid? Yatim? atau operasi di RS Advent Kang?” Saya mulai korek-korek emosinya.