Berita

Filantropi Hati-hati! Modus Penipuan Berkedok Ziswaf

Filantropi Hati-hati! Modus Penipuan Berkedok Ziswaf

Pukul 15.00 Dadang Suhendra Bandung cuit, “Mohon di kirim pak untuk nomor rekening.”

Saya coba ladeni. Saya kirim nomor Yayasan yang memang bergerak di bidang sosial, pendidikan, keagamaan. Saya sudah amankan nomor rekening pribadi agar tidak terkoneksi, sekaligus garansi tidak bercampuraduknya uang sosial dengan diri sendiri.
Kepada rekan bendaharawan Yayasan saya laporkan adanya penyumbang yang akan masuk. “Tersebut di atas nama dan norek nya Kang Dadang. Melalui Yayasan Visi TOP Indonesia kami menggerakkan sejumlah program wakaf, termasuk membangun mesjid.”

picture.2

“Baik pak mohon di tunggu ya pak insya Allah setelah ini saya kirim kan.”
“Tabarakallah. Kabari ya Pak agar amanah kami jalankan dengan sepenuhnya.”
“Baik pak.”

Sekira jeda shalat Ashar selesai, Dadang sudah kembali berkabar, “Alhamdulillah pak sudah saya kirimkan pak dan ini untuk pembangunan masjid 14jt dan sisa nya nanti bapak salurkan ke asrama yatim al-amin ya pak.”