Berita

Filantropi Hati-hati! Modus Penipuan Berkedok Ziswaf

Filantropi Hati-hati! Modus Penipuan Berkedok Ziswaf
picture.1

Saya jawab, bahwa aqiqah anak perempuan dalam syara’ 1 ekor kambing. Anak laki-laki 2 ekor. Hukumnya sunnah muakkadah (diutamakan). Sebaiknya dilakukan sebagai tasakur ilallah dan dengan sunnah Rasulullah Muhammad SAW. Adapun niat membantu mesjid tetap. Sambil dihimpun lagi perlahan-lahan. Insya Allah bukan soal besar kecilnya, tapi ikhlasnya. Allah lipatgandakan rizki tanpa batas. Insyaallah.
Dadang Suhendra berujar, “Amiiin Ya Allah. Semoga ini menjadi awal perkenalan yang nantinya membawa keberkahan ke depannya.”

Dadang pun mohon dikirimkan nomor rekening…
Saya mulai curiga. Insting kewartawanan saya mulai bekerja. Jangan-jangan….jangan-jangan. Di batok kepala terbayang sejumlah liputan soal penipuan berlatar kiriman uang ke nomor rekening. Saya mawas diri sejak dini, tetapi komunikasi terus saya layani ekstra hati-hati. Tetapi kalau bukan latar belakang jurnalis, yang sudah terbiasa dengan penipuan model begini, bisa jadi puluhan juta raib dalam sejam-dua jam! Maka saya mau berbagi kisah ini. Agak panjang memang.

Saya ulur tarik dulu sebelum sampai ke nomor rekening. “Siapa nama anaknya? No berapa? Umur? Boleh foto bersama bp/ibu agar doa tersambung. Nama lengkap semua dengan bin / binti.” Maksud saya melihat foto mereka.

Dadang Suhendra Bandung menjawab satu saja. “SHERYN ALMAYRA PUTRI BIN DADANG SUHENDRA.” Foto tidak dia kirimkan. Saya mbatin…Hm.