Berita

Ketika “Gubernur Sutarmidji” Bicarakan Hibah Terang Benderang

Ketika “Gubernur Sutarmidji” Bicarakan Hibah Terang Benderang

Kemudian di tahun 2022, Pontianak mencatat selisih 182 siswa, sedangkan Kubu Raya kekurangan 3.265 siswa. Pada 2023, Pontianak sempat mengalami kelebihan 17 kursi, tetapi Kubu Raya masih kekurangan 817 siswa. Pada 2024, kekurangan kembali terjadi di Pontianak sebanyak 206 siswa, sedangkan di Kubu Raya mencapai 4.691 siswa.

“Data ini memperlihatkan bahwa meskipun sebagian siswa Kubu Raya bersekolah di Pontianak, kapasitas SMA di Pontianak tetap tidak cukup untuk mengatasi kekurangan yang besar di Kubu Raya,” jelasnya.

Kondisi ini, lanjut Sutarmidji, menegaskan perlunya upaya serius untuk menambah kapasitas sekolah dan meningkatkan sarana prasarana pendidikan, agar seluruh lulusan SMP dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK tanpa hambatan.

Benahi IPM Kalbar

Selain itu, penambahan ruang belajar atau peningkatan daya tampung sekolah ini berbanding lurus dengan dorongan untuk terus menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar, yang hingga kini masih menjadi yang terendah di antara lima provinsi di Kalimantan.

“Salah satu komponen penting dalam penghitungan IPM adalah sektor pendidikan. Secara khusus, indikator pendidikan yang perlu ditingkatkan adalah ‘Lamanya Harapan Belajar’ bagi anak usia 18 tahun. Saat ini, rata-rata lama sekolah di Kalbar masih rendah, yang mencerminkan kurangnya kesempatan pendidikan bagi masyarakat,” terang Sutarmidji.