Berita

Sengkarut Pengajuan Sultan Hamid II Pahlawan Nasional Terjadi di Kementerian Sosial–Terbuka Peluang Dilaporkan ke Ombudsman RI

Sengkarut Pengajuan Sultan Hamid II Pahlawan Nasional Terjadi di Kementerian Sosial–Terbuka Peluang Dilaporkan ke Ombudsman RI

“Yang dimaksud sebagai rekomendasi tentu didahului dengan mengolah informasi yang berasal dari data sejarah tentang tokoh ybs, kesaksian maupun memoir orang2 lain, dan berbagai tulisan maupun film yang tidak khusus tentang ybs tetapi memunculkan keterangan (baik tertulis, lisan ataupun foto/video dll) yang dapat dikaitkan dengan peranan ybs, yang semuanya dapat dianggap masuk sebagai data sejarah.” Demikian tambahan keterangan Prof Dr Meutia via WhatsApp, Minggu, 13/9/20.

Keterangan di atas menyiratkan bahwa Dewan Gelar tidak pernah menerima seluruh dokumen sebanyak dua troli dari Yayasan Sultan Hamid. “Padahal apa yang disampaikan Prof Dr Meutia Hatta itu telah kita kemas dalam bundel yang rapi meliputi semuanya. Bahkan buku-buku yang mendukung ketokohan Sultan Hamid sebagai pejuang yang berjasa bagi NKRI semua kita lampirkan. Banyaknya sampai dua troli,” timpal Pembina Yayasan Sultan Hamid, Turiman Faturahman Nur.

Turiman menyitir pertemuan di Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat melalui pengakuan Kadis, Ibu Yulin, bahwa dua troli dokumen pengajuan gelar ahlawan nasional untuk Sultan Hamid masih terdapat dalam dua kotak di Departemen Sosial. “Saya melihat dengan mata kepala sendiri. Bahwa seluruh dokumen itu masih tersimpan dengan rapi. Saya juga heran kenapa tidak terdistribusi,” kata Yulin.