in

Penghuni Borneo Barat telah Ada sejak 7000 Tahun Silam

Pulau ketiga terbesar di dunia yang banyak meninggalkan misteri sejarah

Oleh: Masri Sarep Putra

Penduduk Borneo (Kalimantan) tidak dari mana pun. Telah ada sejak zaman Neolitikum.

Tahun 1971, Tim dari Proyek Riset Penggalian/ Penyusunan data Ethnografis-Historis dan Archais Kalimantan Barat menemukan fakta yang berikut ini:
1) Benda-benda purbakala di Nanga Belang, Kab. Kapuas Hulu dan di Kab. Sintang yang diperkirakan benda2 peninggalan zaman neolitikum (zaman batu), antara lain berupa: kapak batu, pecahan-pecahan periuk tanah. Dipastikan zaman neolitikum ini (circa .1.500 sM) telah ada manusia di wilayah Kalimantan Barat.
2) Adanya sumber-sumber garam (zoute bronnen) yang diperlukan bagi kebutuhan hidup manusia terdapat di Sepauk dan Nanga Belang.
3) Bukti lain sudah ada penguni wilayah Kalimantan Barat ini pada zaman Prasejarah adalah ditemukannya beberapa gua di Putussibau yang ditengarai sebagai tempat tinggal manusia zaman itu.

Aliran/paham yang menyatakan Dayak asal dari Yunan tidak bisa dibuktikan secara akademik: Siapa tokohnya? Bagaimana peristiwanya? Tahun berapa mendarat? Di mana? Apa saja peninggalan sebagai buktinya?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini secara sistematis dan koheren; sangat belum meyakinkan. Baru sebatas: katanya katanya. Dan yang begini ini bukan sejarah! Ini legenda!

Saya menduga, ada muatan-politis aliran / kaum yang menganut asal Dayak dari Yunan. Mau bilang, atau merekonstruksi: kalian (juga) bukan pewaris tanah ini!

Bukti2 / artefak Zaman Hindu/ Jawa di Kalbar, lain waktu saya postingkan.

Studi historiografi dan kritis-interpretif yang saya lakukan, diperkuat dengan monograf kontrolur Hogendorf (1757) dengan istilah “binnenlander”. *

Berbagi itu indah:

Beasiswa untuk Apa?

Tiga Mitos Gerhana Orang Sambas