“Kami kasih pandangan agar Tokya fokus saja di Munzalan, Mujahidin itu sudahlah lepaskan. Tapi cinta Tokya ada di Mujahidin. Kalau soal cinta sudah lain cerita,” kata Kyai Kabir namun masih muda belia, KH Lukmanul Hakim.
Saya sebagai adik juga kasih catatan: Selamat Ulang Tahun ke-51 Tokya. 7 Februari 2021-1970. Bawalah aura kemajuan Mesjid Kapal Munzalan ke ibu kandungnya Mesjid Raya Mujahidin. Jika sudah kelar, lepaskan kepada generasi muda baru dengan spirit baru–kembali fokus di Munzalan si Mesjid Kapal–yang memang dinahkodai oleh Nabi Nuh Alaihis Salam Tuwassalam. Antara Nur dan Nuh memang beti: Beda-beda tipis 🙂
Selamat ulang tahun setengah abad plus 1 Tokya. Bahtera terapung mengarungi laut dengan sesekali datang badai dan prahara. Sejarah mencatat hal-hal seperti itu sebagai sunnatullah. Biasa saja adanya. Hanya ganti setting waktu dan personalnya. Inti hati manusia tetap sama. Ada kawan dan lawan. Ada pahlawan dan makan paha lawan.
Insya Allah dengan rumus MSQ–Mesjid-Subuh-Quran dan Ikhlas LILLAH–step by step–kemajuan demi kemajuan insya Allah akan terus berkemajuan. Amiin YRA. Sekali layar terkembang-pantang surut mundur ke belakang. *
