Opini

1/2 Abad + 1th “Tokya” Nur Hasan

1/2 Abad + 1th “Tokya” Nur Hasan

Kedua galakkan dakwah di kalangan pemuda-remaja. Ketiga adalah bangun mercusuar komunikasi dan informasi. Orientasi HA Mawardi Dja’far adalah wakaf produktif. Mesjid yang produktif dengan kemakmuran mesjid. Mesjid penuh dengan pemuda-remaja. Dan mesjid yang unggul dalam komunikasi dan informasi dakwah.
“Ketiganya telah mewujud di Mujahidin. Pertama kemakmurannya telah menyebar di berbagai program dan lembaga. Pemuda dan remajanya tergarap dengan baik. Ketiga, saat ini saya diundang masuk dalam Badan Pengelola ‘Wakaf’ Mujahidin Tower,” kata Tokya. Di Mujahidin Tower sudah eksis Radio dan TV Mujahidin.

Di masa usianya setengah abad plus 1 tahun, Tokya saya lihat mulai aktif kembali di Mesjid Raya Mujahidin. Dia memboyong filantropis dakwah dengan masuknya 20.000 mushaf Quran. Yang jika biaya cetaknya Rp 100.000 per mushaf setaralah nilainya dengan Rp 2 miliar.

Pemuda-remaja mesjid pun bagaikan dapat darah segar baru. Mereka menggeliat dengan baju seragam dan kantor lantai dasar Mujahidin Tower yang terus didandani menjadi rapi dan bersih–serta lebih menarik lagi dalam pandangan dakwah level lokal, nasional dan internasional.

“Munzalan sebenarya sudah sangat sibuk, tapi hati Tokya tetap ada di Mujahidin,” ungkap salah satu dari empat imam Munzalan, CEO Mesjid Billionaire–Mesjid Entreprise Beni Sulastyo, SE.