Opini

1/2 Abad + 1th “Tokya” Nur Hasan

1/2 Abad + 1th “Tokya” Nur Hasan

Tokya bercerita tentang dinamika Boedi Oetmo, Imaduddin, Ikhwanul Mukminin, STIS, SMK Madani, Mujahidin dan tentu saja fase-fase monumental pertumbuhan dan perkembangan Munzalan Mubarakan Ashabul Yamin dengan gebrakan GIB (Gerakan Infak Beras) hingga Sedekah Akbar mapun Subuh Akbar Kalbar. Gebrakan yang punya ruh dakwah garis bawah, namun berimplikasi politis menyatunya sikap politik umat Islam. Tidak hanya untuk Kalbar, tapi juga mewarnai belantika dakwah nasional di mana UAS dan Yusuf Mansur pun kerap bolak-balik ke Munzalan.

Saya dibawa terbang ketemu Muhammad Aksa dalam rangka wawancara bagaimana mengelola mesjid menjadi makmur seperti Sunda Kelapa di mana dana abadinya sampai Rp 6 miliar! Di Mesjid Sunda Kelapa Puang Aksa membangun ruang pertemuan, penginapan setara hotel dan rumah sakit ummat. Dana besar mengalir ke baitul maal Mesjid Sunda Kelapa. Itu rahasianya. Baitullah dan Baitul Maal. Remajanya aktif sejak mengaji sampai ilmu bela diri….Demi mendengar cerita Tokya saya tak sanggup tidur sampai jam 01.30 non stop bercerita sejak jeda Isya dari Mesjid Tjut Meutia.