Pinggiran Kota Mandor, sebuah kota kecil di Kabupaten Mempawah, yang terletak 88 kilometer dari Kota Pontianak, belakangan diketahui sebagai salah satu tempat dimana sebagian korban dikubur secara massal. Saat ini, di daerah tersebut terdapat monumen sejarah yang dinamakan Makam Juang Mandor, yang merupakan penanda terhadap aneksasi pasukan pendudukan Jepang dan menjadi saksi jatuhnya banyak korban di Kalimantan Barat, antara 1942-1945. Tanggal 28 Juni pun diperingati sebagai hari berkabung untuk seluruh masyarakat Kalimantan Barat.
Fakta tragis ini tak saja menunjukkan kebrutalan Jepang, tetapi juga keberanian seorang Sultan Syarif Muhammad Alkadrie (Sultan Pontianak ke-VI), Sultan-sultan lainnya di Kalimantan Barat, dan para tokoh masyarakat. Meski kemudian harus berkalang tanah. Dia memperjuangkan marwah Kalimantan Barat atas kedaulatan wilayahnya yang bernama Federasi Borneo Barat, terdiri dari kerajaan-kerajaan Melayu di Kalimantan Barat. Federasi Borneo Barat inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Daerah Istimewa Kalimantan Barat (DIKB), tahun 1947.
