Opini

Bukan Belanda; Kalimantan Barat bahkan Dihabisi Jepang!

Bukan Belanda; Kalimantan Barat bahkan Dihabisi Jepang!

Berakhirnya kekuasaan Sultan Syarif Muhammad karena Peristiwa Mandor itu menciptakan kekosongan pada pemerintahan Pontianak. Atas kewajibannya sebagai seorang anak Sultan, pun atas permintaan rakyat, Syarif Hamid kembali ke Pontianak dan ditabalkan menjadi sultan Pontianak ke-VII (1945-1978) pada 29 Oktober 1945. Dia bergelar Sultan Syarif Hamid Alkadrie, atau lebih dikenal dengan nama Sultan Hamid II.


Setiap 28 Juni, ada haru yang mendesak dalam batin setiap bumiputra Kalimantan Barat. Ingatan tentang Jepang merebak, yang pada 76 tahun silam melakukan pembantaian massal terhadap dua generasi; para leluhur-leluhur kami. Yang melakukan pembunuhan-pembunuhan keji di Kalimantan Barat ini bahkan bukan Belanda? Melainkan, Jepang!

Diunggah sebagian yang berasal dari Tulisan lama saya: Anshari Dimyati, “Kalimantan Barat, di Antara Jepang dan Indonesia” – Lentera Timur. 2012.

Dalam Memperingati Hari Berkabung Daerah,
Kalimantan Barat, 28 Juni 2020. (YSH II)