Sejarah Hamid terkait banyak tokoh nasional. Berkelindan dengan banyak daerah. Tak terkecuali aspirasi dan sumbu utama pemikirannya tentang bagaimana memakmurkan Indonesia merdeka.
Nyawa perjuangan agar Sultan Hamid II pahlawan nasional ada di sana. Ada di harkat dan martabat manusia yang hanif atau condong pada kebenaran dan takwa. Inilah yang harus terus dikomunikasikan termasuk pengusulannya sebagai pahlawan nasional lewat seluruh syarat normatif maupun sosiologis historis.
Festival Nadi Khatulistiwa (Fena) 2020 adalah bagian dari ‘road to Pahlawan Nasional untuk peran sentral Sultan Hamid. Massa menyaksikan lagu Equator Eagle (Elang Khatulistiwa) buah karya Yudie Arwana Chaniago dengan musikalisasi multi etnik sebagai cermin ragam Nusantara yang indah. Yang memperkaya Indonesia Raya yang merdeka dalam ekonomi, politik dan budaya.
Live Konser Virtual Arwana 25th, terkait hari jadi Kota Pontianak ke-249 dan Sumpah Pemuda, serta hari-hari besar lainnya sepanjang Oktober-Nopember adalah bagian dari komunikasi massa lewat jalur seni, sastra dan budaya. Kita angkat tema sentral Hut 25 band legendaris asal Kalbar Arwana “tribute to Sultan Hamid II”. Kita ingin komunikasikan peran kesejarahan Sultan Hamid II yang diantarkan dengan cara elegan yakni berseminya artikel yang berkorelasi event, serta jumpa pers yang disiarkan sebagai rekam jejak digital.
