Seusai Konser 25th Arwana masih akan banyak acara seni sastra dan budaya. Yakni berbalas pantun Nusantara. Rekor ke Unesco-PBB sebagai warisan budaya dunia tak benda.
Masih akan ada livetime achievment award. Launching buku. Termasuk museum digital perjuangan Sultan Hamid II sebagai komunikasi massa ‘road to Pahlawan Nasional.
Sesungguhnya gelar pahlawan nasional bukanlah tujuan. Tetapi esensi kepahlawanan dan terbongkarnya kebenaran adalah kesejatian hidup yang hendak diangkat sebagai harkat dan martabat sebuah bangsa yang yakin kepada Tuhan Yang Maha Esa. Yakin kemanusiaan yang adil dan beradab. Yakin persatuan Indonesia.Yakin kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat/kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Semoga dengan komunikasi massa lewat jalur ilmiah, lewat jalur politik, dan lewat jalur seni-budaya-serta sastra mampu menggedor qalbu Presiden RI untuk menetapkan Sultan Hamid II Alkadrie sebagai pahlawan nasional tahun 2020 ini, 2021 yang akan datang, atau kapanpun di Indonesia. Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila tetap di dada seluruh warga NKRI yang akan terus lahir dan kami terus akan menyuarakan sebagai aspirasi warga negara yang cinta kepada kearifan dan kesejarahannya yang menyatukan Nusantara. *
