Sambutan para tokoh pemerintah dan budaya menguatkan elan vital ketepatan aksara pahlawan nasional yang bisa dirujuk Presiden RI dalam menjatuhkan hak prerogatifnya dalam menetapkan seseorang sebagai pahlawan nasional di Indonesia.
Live Konser Virtual Arwana “tribute to Sultan Hamid II” sangat efektif menyampaikan pesan pahlawan mewarnai Hari Kesaktian Pancasila, lahirnya TNI, hari jadi Kota Pontianak hingga Sumpah Pemuda dan hari Pahlawan Nasional. Dalam 10 jam rekam jejak digital konser sudah disaksikan 1.200 pemirsa seluruh Indonesia. Ini prestasi pelurusan sejarah yang sangat baik dan elegan. Hanya terjadi untuk sosok bernama Sultan Hamid II Alkadrie diplomat negarawan asal Kalimantan.
Komunikasi massa itu tidak hanya lewat lagu, tapi juga lewat doa. Baru di event inilah Allahyarham Sultan Hamid II Alkadrie didoakan di depan massa, di tempat terbuka, agar Tuhan Yang Maha Kuasa menggerakkan mata hati Presiden RI agar menetapkan Sultan Hamid II Alkadrie sebagai Pahlawan Nasional. Doa yang dimunajadkan dari kami warga tertindas oleh rezim sejarah yang terbelah tanpa melihat dan mendengar jerit hati putra-putri Bumi khaTULIStiwa dan berbagai belahan wilayah Nusantara yang bernasib sama. Malam maulid nabi. Malam Jumat. Di tengah hujan deras yang menurut Rasulullah SAW adalah mustajabah. Kita lihat saja reaksi teologis berpadu sosiologisnya.
