Opini

In Memoriam Politikus Santun “Pak LHK”

In Memoriam Politikus Santun “Pak LHK”
LHK bersama wartawan di penghujung masa bhaktinya--salam perpisahan--makan bersama sekaligus kangen-kangenan bertempat di Dangau

Ya, Pak LHK sejak pensiun dari jabatan Wagub, tetap menjaga vitalitasnya dengan berolahraga dan tetap rajin membaca. Salut. Tak ada gurat stress sama sekali di kala banyak pensiunan mengalami penyakit bernama “post power syndrome”. Justru sudut sudut analisisnya, yang saya ikuti sepanjang wawancara tetap tajam. Dan lebih meneguhkan penghormatan saya kepadanya adalah, selain kritis dan tajam menguliti keadaan sosial-politik dan ekonomi, Beliau kuasa menampilkan sikap bijak. Yakni bijaksana–bijaksini–lues dalam kebijaksanaan serta pergaulan lintas etnis maupun agama. Pada dirinya ada figur kebapakan. Figur yang melindungi dan mengayomi. Figur yang menyatukan. Oleh karena itu saya secara pribadi merasa amat sangat kehilangan tokoh hebat Kalimantan Barat yang satu ini.