Opini

In Memoriam Politikus Santun “Pak LHK”

In Memoriam Politikus Santun “Pak LHK”
LHK bersama wartawan di penghujung masa bhaktinya--salam perpisahan--makan bersama sekaligus kangen-kangenan bertempat di Dangau

Kedekatan Pak LHK kepada wartawan bukan karena uang. Bukan karena jaminan. Tetapi murni persahabatan. Beliau tulus dan lurus tanpa beban. Tidak sulit untuk meneemui Beliau di ruang kerjanya, karena bersifat alami. Wartawan pun suka tipe pejabat macam Pak LHK. Kenapa? Mudah dikonfirmasi. Ia juga sedia diwawancarai sambil berjalan. Baik menuju mobil atau turun dari mobilnya. Door step interview selalu di-oke-kannya. Santuy….

Soal kisah Long Haji Kadir yang melebatkan senyum publik ini karena disebabkan nama Kadir identik dengan nama Melayu. Melayu identik dengan agama Islam. Padahal Pak LHK beragama Katolik. Beliau lahir dari perbatasan hulu Kalbar. Masa kecilnya saya dengar langsung dari kisah-kisah nan meluncur dari bibirnya sangat berat, yang kalau dituliskan dengan “narrative reporting” kelas wahid, maka tak kalah dengan kisah Lintang dalam seri Laskar Pelangi. Sebut saja pertaruhannya sekolah bolak-balik 6 km kala SD berhadapan dengan buaya bermata biru. Bolak-balik terkadang dengan sampan merayapi riam. Sungguh sesuatu yang sangat menampar kesantaian anak-anak muda belia Kalbar dan Indonesia saat ini yang dimanjakan dengan jalan mulus beraspal serta kendaraan bermotor.