Opini

In Memoriam Politikus Santun “Pak LHK”

In Memoriam Politikus Santun “Pak LHK”
LHK bersama wartawan di penghujung masa bhaktinya--salam perpisahan--makan bersama sekaligus kangen-kangenan bertempat di Dangau
Foto dok internet saat cabut undi kontestasi Pilgub di halaman KPUD Kalbar Jl Ahmad Yani antara Kantor Gubernur dan Universitas Muhammadiyah Pontianak
Foto dok internet saat cabut undi kontestasi Pilgub di halaman KPUD Kalbar Jl Ahmad Yani, antara Kantor Gubernur dan Universitas Muhammadiyah Pontianak

Pak Laurentius Hermanus Kadir oleh Gubernur Kalbar (2003-2008) H Usman Ja’far kerap memperkenalkannya sebagai “Pak Long Haji Kadir” sehingga audience segera membuncahkan tawa, termasuk tentulah Pak LH Kadir sendiri. Segar bugar dalam ingatan saya senyum mendiang dengan pipi tembem, perut agak buncit karena postur Beliau memang gemuk-padat-berisi, serta gigi seri yang rapi, di mana kala tersenyum simpul, maka tenggelam seluruh bola matanya. Sisiran rambutnya? Wale, rapih. Necis. Semua rebah dengan cara sangat terhormat dengan semiran mengkilap. Kami kerap mengguraui Beliau, “Semut lewat jak tuh Pak bise meluncor jatok.” Beliau tertawa seraya menasehati kami yang muda-muda, bahwa itu hasil didikan ala militer di APDN kampus dan almamaternya. Beliau lulus tahun 1968. Kampusnya tetap eksis di kawasan Jl Sumatera. Dekat SMAN 1 Pontianak.