Opini

In Memoriam Politikus Santun “Pak LHK”

In Memoriam Politikus Santun “Pak LHK”
LHK bersama wartawan di penghujung masa bhaktinya--salam perpisahan--makan bersama sekaligus kangen-kangenan bertempat di Dangau

Kala menulis biografi Cornelis, saya bersinggungan perahu PDIP. Rupanya sosok yang disasar PDIP untuk cagub mewakili etnik Dayak no wahid adalah LHK. Terimakah LHK? yang saat itu dilamar Pak Cornelis? Rupanya Beliau tidak aji mumpung. Beliau dengan santun menyampaikan kepada Cornelis, bahwa dia sudah diminta UJ tetap mendampinginya di periode kedua. Sehingga saat itu Cornelis yang baru saja usai pesta demokrasi di Landak, banting stir ambil posisi pertaruhan di KB-1 karena LHK menjalankan politik santun bermitra dengan UJ apapun hasilnya.

Ternyata UJ-LHK kalah. Bersama menerima kekalahan dengan Akil Mochtar dan OSO. Pemenangnya justru Cornelis-Christiandy.

Saya belajar banyak bagaimana orang super sibuk seperti LHK kemudian mengisi waktunya dengan olahraga, baca, bahkan mengurus taman secara mandiri. Hebat sekali.

Wafatnya Drs Laurentius Hermanus Kadir meninggalkan legacy kepada kita untuk terus menjaga harmoni lintas etnis dan agama di Kalbar dan Indonesia tanpa kehilangan identitas diri. Bahwa kita boleh lahir dari perbatasan di pedalaman, dihimpit riam dan bebatuan serta lebatnya hutan sekalipun, tapi semangat belajar pantang menyerah. Meraih prestasi tertinggi dalam berbagai dinas dan instansi, termasuk pentas politik kenegaraan.