Sementara itu di dalam mengemban amanah berat kekuasaan selalu jujur, tulus dan lurus tanpa topeng. Sehingga banyak orang yang suka sekaligus dengan kepergiannya banyak yang merasa kehilangan. Termasuk wartawan yang sejak dulu mudah untuk mendapatkan konfirmasi dari narasumber valid demi menjernihkan informasi yang tempo doeloe mudah dipenuhi isu-isu provokasi. Bahasa kita kini adalah berita hoaks, bohong dan fitnah.
Pak LHK meninggalkan legacy yang sangat berharga. Semoga kita bisa meneruskan estafeta anak negeri yang satu ini. Selamat jalan Pak LHK. Rest in Peace. *(Foto dok internet saat cabut undi kontestasi Pilgub di halaman KPUD Kalbar Jl Ahmad Yani, antara Kantor Gubernur dan Universitas Muhammadiyah Pontianak).
