Opini

Medsos vs Ideologi Radikal Teroris di Kalbar: Studi Kasus Nurul Hadi

Medsos vs Ideologi Radikal Teroris di Kalbar: Studi Kasus Nurul Hadi
Kegiatan diseminasi media dalam liputan terorisme bersama BNPT-FKPT Kalbar di Hotel Kapuas Palace tahun 2016. Pembicara utama saat itu adalah Ansyaad Mbai mantan Ketua BNPT dan anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi.

Dalam perspektif kemajuan sain dan teknologi bidang informasi di mana sekali klik info dapat menyebar merata, tidak ada satu wilayah yang tidak terkoneksi dengan wilayah lainnya. Untuk itu masalah global menjadi lokal. Sebaliknya, masalah lokal juga menjadi global. Tak heran, apa yang terjadi di Jakarta, mudah masuk ke Kalbar. Apa yang terjadi di Timur Tengah, mudah masuk sampai ke desa-desa. Tidak heran, apa yang terjadi di Marawi, Filipina Selatan yang terkait ISIS menjadi perhatian sosok seperti Nurul Hadi di Kalbar. Banyak elemen dan bagian-bagian yang saling beririsan yang butuh perhatian untuk terwujudnya tatanan hidup lokal maupun global yang aman dan damai seperti yang kita semua harapkan. Sebutlah irisan sosial politik nan saling berkait itu pilihan politik, pilihan calon kepala daerah, pilihan agama, sampai pemahaman dan aplikasi jihad fi sabilillah.

BNPT-FKPT dan Penyadaran Bermedsos

Pada 12 Juli 2017 lalu, kami dari Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalbar yang bernaung di bawah payung Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI melakukan edukasi publik melalui pendekatan media.