Opini

Medsos vs Ideologi Radikal Teroris di Kalbar: Studi Kasus Nurul Hadi

Medsos vs Ideologi Radikal Teroris di Kalbar: Studi Kasus Nurul Hadi
Kegiatan diseminasi media dalam liputan terorisme bersama BNPT-FKPT Kalbar di Hotel Kapuas Palace tahun 2016. Pembicara utama saat itu adalah Ansyaad Mbai mantan Ketua BNPT dan anggota Dewan Pers Jimmy Silalahi.

Belajar dari kasus penangkapan Nurul Hadi, motif dan bukti sementara yang ditunjukkan Mabes Polri, kita mesti merapatkan barisan. Ekstra hati-hati dari meruyaknya paham radikal teroris dari perkembangan jagad berita yang beralih dari media konvensional ke media sosial-digital. Untuk itu aksi dari para pegiat anti-hoaks, atau masyarakat anti hoaks mesti kita dukung. Karena hanya dengan kesadaran menggunakan internet secara sehat itulah keamanan wilayah dapat kita pelihara.

Jika di media konvensional ada pelatihan, maka pengguna medsos juga butuh edukasi.

Semoga saja Nurul Hadi yang masih diperiksa di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, hanya sekedar simpatik pada ISIS dan kencenderungan berpikir radikal dan cenderung memilih jalan kekerasan di Marawi akibat pengaruh negatif medsos dapat dipulihkan. Semoga realitas penangkapan Nurul Hadi dan proses pemeriksaannya menjadi pelajaran berharga bagi kita semua dalam menjaga kedamaian di Bumi Kalbar dari perspektif pengaruh bermedia sosial. (Penulis adalah Koordinator Bidang Media dan Kehumasan FKPT Kalbar)