Opini

Nyaring Bunyi Tuduhan tak Setinggi Suara Kebenaran

Nyaring Bunyi Tuduhan tak Setinggi Suara Kebenaran
Kanan ke kiri: penulis, Prof Dr Anhar Gonggong dan Nuris. Walau beda pendapat, tapi tetap respek satu sama lainnya.

Ada kalimat yang membuat saya bangga akan keberadaan Gubernur kita dalam konstelasi dan rekonsiliasi ini. Bang Midji katakan “Beliau perancang lambang negara, sumbangsihnya begitu besar, banyak pula peran lainnya. Dikira bila ada kesalahan yang begitu kecil tak mungkin mampu menutup besar jasa beliau (Sultan Hamid II) kepada negara ini. Maka sudah semestinya pertimbangan yang besar pula oleh negara memberikan penghargaan kepadanya”.

Saya baru pertama mendengar beliau membela pahlawan kita secara langsung seperti itu. Maka dari itu saya bangga sebagai warga Kalbar, punya seorang Gubernur seperti Bang Midji. Dia berperan sebagaimana mestinya, dia membela hak Kalimantan Barat untuk dipandang tegak oleh daerah lain, oleh nasional, pun dunia internasional.

Pada akhirnya Anhar juga mengangguk-angguk sepakat bahwa semua itu bersifat subyektif. Namun, tetap berdiri tegak dengan perspektifnya sendiri. Saya hanya berharap beliau lebih jernih berpikir dan bertindak untuk kemaslahatan bersama dan persatuan Indonesia. Kami tetap berpijak pada pendirian dan perjuangan yang telah lama kami lakukan. Tetap tak bosan, tetap tak berhenti melakukan sosialisasi. Tak henti membentangkan dan memperjuangkan keadilan. Karena nyaring bunyi gonggongan, tak mungkin lebih besar dari suara kebenaran.

Terima kasih kepada dukungan semua kawan, Terima kasih kepada Gubernur kami atas pembelaan yang disampaikan.

Salam hormat.
Ketua Yayasan Sultan Hamid II