Opini

Nyaring Bunyi Tuduhan tak Setinggi Suara Kebenaran

Nyaring Bunyi Tuduhan tak Setinggi Suara Kebenaran
Kanan ke kiri: penulis, Prof Dr Anhar Gonggong dan Nuris. Walau beda pendapat, tapi tetap respek satu sama lainnya.

Jujur, kami cukup terkejut dengan kehadiran Pak Anhar di Pontianak untuk mengulas soal usulan pahlawan nasional ini. Semua orang tau, bahwa kami bertahun-tahun belakangan, sibuk menggedor pintu pemerintah pusat terkait pengusulan ini. Sejak tahun 2016, 2017, hingga 2019 tiada hasil yang jelas. Apalagi, yang kami dengar kabar angin bahwa salah seorang yang terang menolak pengusulan Sultan Hamid II dari Pontianak – Kalimantan Barat sebagai pahlawan nasional adalah dia, Anhar Gonggong.

Pada pagi Rabu pukul delapan, Anhar tampak hadir di dampingi beberapa orang dari Kemensos RI. Dengan konsep pembicara tunggal, kemudian Kadinsos Kalbar membuka acara sebagai moderator. Anhar berseloroh, “Sekuat apapun anda, kalau tak memenuhi Undang-undang, tak mungkin lolos”. Anhar Gonggong menjelaskan secara umum apa saja syarat-syarat umum dan khusus pengusulan calon pahlawan nasional. Sisa waktu 35 menit, kami manfaatkan untuk tanya jawab. Tak ada yang berminat bertanya, saya tunjuk tangan.

Saya mulai dengan menjelaskan tentang apa yang kami perjuangkan, sejak kapan, dan alasan mengapa kami bersikeras mengajukan hal tersebut. Perjuangan ini bagian dari proses advokasi masyarakat Kalimantan Barat. Kami beralasan untuk mengajukan itu. Secara administratif, pengusulan Sultan Hamid II, sang perancang lambang negara, jauh dari cukup. Anhar menggarisbawahi jangan sampai ada cacat, jangan sampai ada cela.