Opini

Pilbup Kalbar Damai Tanpa Cluster

Pilbup Kalbar Damai Tanpa Cluster

Berdasarkan penjelasan Ketua Bawaslu Prop. Kalbar, Ruhermansyah, bahwa Bawaslu sudah mendeteksi ada beberapa potensi kerawanan dalam penyelenggaraan Pilbup seperti potensi pelanggaran protokol kesehatan dan persoalan money politic.

Kemudian KPU Prop. yang saat itu diwakili saudara Lomon (komisoner KPU) secara detail juga menyatakan bahwa KPU telah memetakan potensi masalah pada setiap tahapan penyelenggaraan Pilkada. Artinya, KPU dan Bawaslu selaku pelaksana telah berupaya semaksimal mungkin menyiapkan proses Pilbup 2020 ini.

Menurut penjelasan Ketua KPU Prop. Kalbar, setiap tahapan (mulai dari perencanaan, penganggaran, pendataan calon pemilih, hingga pemungutan suara) telah berjalan sesuai dengan rencana. Untuk penetapan menunggu buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari MK. Sempat ada kekhawatiran terkait dengan kondisi covids, misalnya pada saat cooklit pemutakhiran data. Dimana petugas mencocokkan data pemilih harus berinteraksi dengan pemilih. Ada kekhawatiran baik dari masyakarat maupun dari penyelenggara, namun berpegang dengan prinsip protokol kesehatan yang ketat, semua dapat berjalan lancar. Termasuk juga pada tahapan-tahapan berikutnya seperti pendaftaran calon, masa kampanye, debat kandidat dan pemungutan suara. Ketua KPU Prop. Kalbar menyatakan bahwa setiap tahapan berjalan lancar, dan mendapatkan perhatian dan dukungan dari peserta Pilbup, masyakarat dan petugas penyelenggara. Sehingga tidak ada cluster baru pada setiap tahapan.