Terkait dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, tampak memberikan dampak signifikan dengan tidak adanya cluster baru Pilkada, seperti yang dikhawatirkan banyak pihak. Ada temuan seputar protokol kesehatan, tapi tidak sampai memicu timbulnya cluster covids baru.
Sedangkan indikator terpilihnya pemimpin yang terbaik diantara yang terbaik (the best among the equal) ini baru sebatas hipotesis yang akan diuji dalam ruang waktu 5 tahun kemudian. Kita optimis, bahwa siapapun pemimpin yang lahir dari “rahim rakyat”, semoga menjadi putra yang terbaik. Tugas masyarakat yang melahirkan untuk memelihara dan mengawal mereka yang terpilih agar tidak menyimpang dari tujuan mulianya dilahirkan.
Atas dasar data-data di atas, penulis sampai kepada kesimpulan bahwa penyelenggaraan Pilbup pada 7 Kabupaten se-Kalimantan Barat serentak tahun 2020 dapat dinyatakan relatif berhasil dan sukses. Sebagai bahan pelajaran patut dipelajari faktor-faktor penentu keberhasilan tersebut.
