NB: surat aspirasi kepada Kepala Negara ini ditulis pada hari Asyura di mana berdasarkan sejarah seluruh agama langit diperingati dengan berpuasa–menahan hawa nafsu–demi merenungkan Musa AS lolos dari ancaman maut Raja Zalim Firaun beserta bala tentaranya. Juga Nabiullah Yunus AS lolos dari maut dengan ditelan ikan hiu lalu dimuntahkan di bibir pantai. Juga Nabiallah Ibrahim AS lolos dari ikatan dan kobaran api karena dia merobohkan berhala-berhala sesembahan manusia dari Tuhan Yang Maha Kuasa serta dimurkai Raja Zhalim Nambrudz. Semoga dengan frekuensi Asyura ini menggetarkan Kabinet Kerja di bawah Kepemimpinan Ir H Joko Widodo—figur wong cilik–figur yang gemar blusukan untuk menemukan kesejatian dan kebenaran. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Vox populi – vox Dei). Salam Merdeka, Agustus 2020. Mari kita songsong 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, 5 Oktober Hari TNI, 23 Oktober Hari Jadi Kota Pontianak, 28 Oktober Soempah Pemoeda dan 10 Nopember Hari Pahlawan.
`
Surat Terbuka untuk Presiden Jokowi
Baca Juga:Desa yang Terpinggirkan
