Opini

Merawat Kerukunan di Daerah Pusaran Konflik

Merawat Kerukunan di Daerah Pusaran Konflik
Warga Sidodadi sedang "Rewang"

Oleh: Ambaryani

Kerukunan harus dijaga. Kebersamaan mesti dipelihara. Apa lagi di wilayah yang pernah terlibat konflik. Itulah kearifan masyarakat di Sidodadi, Sepantai, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Warisan yang diamalkan hari ini.

-o-

“Kita singgah lebaran ke rumah Mbah Sukito!”
Tiba-tiba Mae mengajak kami mampir ke rumah bercat hijau putih di depan kami. Tanpa menunggu jawaban kami, beliau sudah berjalan ke arah rumah itu.
Hari itu, tahun 2018 lalu, kami dalam perjalanan pulang dari rumah Wo Ru, setelah lebaran idul fitri di sana. Sebenarnya, kali ini kami –Mae, saya, suami dan anak, berlebaran ke rumah paman. Jadwal kunjungan ke rumah tetangga, nanti, diselesaikan Mae dan Pae, setelah kami kembali ke Pontianak. Waktu kami agak singkat di kampung karena libur tidak lama.

Suami saya terlihat keheranan. Dia tahu rumah siapa yang akan dikunjungi. Selama ini saya dan keluarga memang belum menceritakan tentang lebaran berbeda di Sepantai ini.

Suami berasal dari daerah lain nun jauh di hulu, dan baru kali ini mengikuti kami lebaran di kampung ini. Sejak menikah, kami tidak berkesempatan lebaran di sini karena lebih memilih lebaran di Pontianak saja.

Kali ini, kami diberikan kemudahan bisa berlebaran di kampung halaman di Sepantai, hulu Sungai Sambas.