Agak klise memang, tapi haruslah saya katakan, saya ada justru lewat kehadiran orang lain. Melalui jendela jurnalistik, kehadiran itu muncul dan menyelinap ke pori-pori, memperkaya jiwa. Merekalah yang membentuk saya, semacam berkah, meski kadang luput, karena bukankah hasrat (tubuh) tak seratus persen selalu berada dalam ruang kesadaran yang utuh (?). [penulis adalah wartawan BBC] *
Baca Juga:“Farewell Party for Irma and Sanne”
