Berita

Kenangan Waktu Berhaji

Kenangan Waktu Berhaji

Dan tentu ingatan yang tak akan lekang bagiku, adalah ziarah ke makam Rasulullah. Semangat yang paling tepat bagiku untuk datang ke makam Rasul adalah mengikuti apa yang diperintahkan Allah SWT di dalam Al Qur’an Surat Al Ahzab, 33: 56, “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat bershalawat kepada Nabi. Oleh karena itu wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah atas Nabi dan berilah doa keselamatan untuk memperoleh kesejahteraan (salam) atas diri Nabi”.

Shalat di Masjid Nabawi, demikian HR Ahmad, Ibnu Huzaimah dan Hakim, lebih utama 1.000 kali dibanding shalat di masjid lainnya, kecuali di Masjidil Haram.

Terdorong sabda Rasulullah Muhammad SAW itulah, didorong pula kerinduan yang sangat mendalam terhadap Rasulullah dan bahkan didorong kerinduan pada Masjid Nabawi sendiri, aku dan umat Islam yang menunaikan ibadah haji merasa tidak akan paripurna kehadirannya di Tanah Suci bila tidak berziarah ke makam Rasulullah di Masjid Nabawi yang terletak di pusat Kota Madinah Al Munawwarah.

Bagiku, bahkan sebelum memasuki Kota Madinah, perasaan berbunga-bunga dan haru telah meliput kalbu. Ini sebabnya sekalipun perjalanan darat dari Maklah Al Mukarammah yang sekitar lima jam untuk menempuh jarak kedua kota sekitar 498 km itu, meski cukup melelahkan, aku segera berwudlu untuk selekasnya bisa ke Masjid Nabawi.