Berita

Selamat Jalan Bang Te(h) Tokoh Perdamaian Kalimantan Barat

Selamat Jalan Bang Te(h) Tokoh Perdamaian Kalimantan Barat

Di tengah upaya serang menyerang ribuan massa dari dua kelompok berbeda, dan di tengah kehadiran Brimob Kelapa Dua, Jakarta yang tanpa ba bi bu mengamankan salah satu kelompok massa agar meninggalkan posko rumah adat (konon 1500-an orang diamankan ke Gedung Olah Raga), tokoh yang diminta mewakili massa Pontianak Timur untuk mengecek apakah rumah adat di bilangan Jalan Letjen Sutoyo benar-benar telah kosong adalah Bang Te. Beliau bersama aparat dan juga tokoh lintas etnis melangkahkan kaki masuk sekira pukul 01.00. Iya! Dinihari! (Tentu suasana batin dan fisik amat melelahkan sejak massa berkumpul dan membuat Kota Pontianak mencekam akibat saling agitasi demi menunjukkan salah satu kelompok lebih kuat).

Bagi saya, tugas Bang Te ini tidaklah mudah. Ibarat melangkah masuk mengantarkan nyawa. Betapa tidak. Di tengah kecamuk kata saling serang, dan senjata terhunus, beliau ditunjuk mewakili masuk ke wilayah “luar domain Melayu”. Walaupun rumah adat ini di samping kantor polisi. Walaupun didampingi Brimob Kelapa Dua yang terkenal sangar. Namun Bang Te menerima amanah berat tersebut. Dari mulutnya keluar kata via telepon kepada massa yang menunggu di Tanjung Raya, “Bahwa di sini klir,” katanya.