Opini

Dialektika Sultan Hamid dengan Wartawan: Cerdas! Tahu Sejarah akan Dibengkokkan

Dialektika Sultan Hamid dengan Wartawan: Cerdas! Tahu Sejarah akan Dibengkokkan
Sultan Hamid bersama sang istri--blasteran Belanda dan Kerajaan Sulawesi Selatan--Dina Didi Van Delden. Foto repro internet

Kemudian saja bawa kembali ke Djakarta sekitar awal tahun 1967, saja titipkan kepada Nona K. Irawati, anak Sjamsuddin Sutan Makmur/pernah Menteri Penerangan periode 30 Djuni – 12 Maret 1956 jang ketika itu satu ruangan pendjara bersama saja mendjadi tahanan politik, di rumah beliaulah di Djalan Radio Dalam, Djakarta Selatan, tempat sementara saja tinggal setelah keluar dari pendjara, jang akhirnja semua file saja bersama file Mr. Mohammad Jamin diserahkan kepada Sekretaris Pribadi jang kebetulan tjutju saja, Max Jusuf Alqadrie, hingga saat ini agar terselamatkan bagi bangsa ini.

Sajapun saat ini apakah ide Pantja-Sila itu hasil rumusan dari Mr Mohammad Jamin dalam Panitia Sembilan seperti jang berkembang di masjarakat seperti jang Saudara tanjakan kepada saja, karena terus-terang saja tidak mengikuti perkembangan di luar. Itu saja meminta Saudara sebagai Wartawan djuga menanjakan langsung kepada Mr Mohammad Hatta sebagai saksi sedjarah dalam ke Panitiaan Sembilan 1945, sebelum sedjarah ide Pantja-Sila itu dibelokkan atau ‘dipalsukan’ orang yang tidak bertanggjungdjawab.

Dan saja berharap transkrip hasil wawantjara itu bisa dikirim kepada saja, sungguh berterimakasih kepada Saudara djika Saudara mau menanjakan hal ini kepada Mr. Mohammad Hatta.