Di masa Keemasan pemerintahan Kesultanan Pontianak, Pangeran Bendahara Seri Negara Syarif Abdul Hamid Alkadrie ini bersama-sama dengan saudara-saudara kandung nya yang lain menjadi penunjang kepemimpinan ayah atau abah nya diantara saudara nya tersebut, yakni Abang nya Pangeran Adipati Seri Maharaja Syarif Usman Alkadrie, Pangeran Muda Syarif Abdul Muthalib Alkadrie, Pangeran Mas Perdana Agung Syarif Machmud Alkadrie serta saudara saudara nya yang lain, dengan tugas dan fungsinya masing-masing dalam mejalankan roda pemerintahan Kesultanan Pontianak saat itu.
Saat menerima tugas sebagai Komandan yang memimpin kavaleri di Tarakan serta Balikpapan yang melawan Balatentara Dai Nippon menakutkan yang terkenal kejam. Syarif Abdul Hamid diberitakan menderita kekalahan pada pertempuran di Tarakan Tahun 1941 itu kemudian ditangkap dalam keadaan terluka dan menjadi tawanan perang lalu ditahan Jepang di penjara Batavia.
