Hari itu, saya dan istri ditemani Peter dan Alexandra, kami mengelilingi Friesland menikmati hari Kincir Angin. Selain Nationale Molendag, hari Kincir Angin Nasional, pada bulan Mei ini Belanda juga mengenal hari kincir angin lokal yang dirayakan per wilayah.
Di Friesland, molendag diperingati setiap Sabtu kedua September. Pada hari itu, hampir semua kincir angin dibuka dengan gratis. Publik boleh masuk ke bagian dalam bangunan kincir angin yang memiliki beragam fungsi, mulai dari tempat membuat tepung, menggergaji kayu, sampai memompa air.
Perhentian pertama kami adalah Sloten, yang dikenal sebagai kota terkecil di Belanda. Kota ini sangat tenang, berpenduduk tak lebih dari seribu orang. Sekilas, penampakan kota ini mirip Leiden, dengan jembatan-jembatan kecil dan jajaran rumah tua di pinggir kanal. Bedanya, selain Leiden lebih ramai dan sibuk, hampir setiap sudut kota ini berkibar bendera bergaris diagonal putih biru dengan lima gambar hati berwarna merah, friese vlag, bendera Frisia, bendera resmi Provinsi Friesland.

Kata Peter, berbeda dengan penduduk propinsi lain yang kadang tidak tahu bagaimana penampakan bendera propinsi mereka, orang Friesland bangga setengah mati dengan friese vlag.
