Berita

Pontianak Siaga 1 Antara Aksi dan Penjarahan (Menyusul Peristiwa Bandara Sintang)

Pontianak Siaga 1 Antara Aksi dan Penjarahan (Menyusul Peristiwa Bandara Sintang)

Aksi Bela Ulama Bela Islam ini sebagai respon dari aksi sebelumnya di Bandara Soesilo, Kota Sintang (400 km dari Kota Pontianak) pada Kamis 12/1/17 yang dilakukan Pemuda Dayak dalam rangka menolak kehadiran “oknum FPI” yang ternyata adalah Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia Prof Dr Tengku Zulkarnain. Mereka menolak kehadiran FPI, Padahal yang datang adalah Wasekjen MUI, bukan FPI. Dan masalah kesalahpahaman ini telah selesai dengan permohonan maaf Ketua Dewan Adat Dayak Kota Sintang. Kota Sintang sendiri tidak ada gejolak dan memang kota ini sejak dulu selalu aman dari pertikaian. Termasuk konflik etnis.
Tokoh agama, Solihin dari Muhammadiyah di hadapan Kapolda Kalbar mengakui bahwa dia telah bertemu Ketua Dewan Adat Dayak Sintang Jefray Edward sehari setelah kejadian penolakan Tengku Zulkarnain di Sintang. “Beliau telah menyampaikan permohonan maaf dan bercerita banyak kepada kami,” tutur Solohin.