Perwakilan tokoh agama juga menyampaikan bahwa aliansi umat islam ini bukan hanya Front Pembela Islam atau FPI.
Menjawab aspiasi umat islam dalam aksi Jumat, Kapolda Musyafak menggaris-bawahi bahwa Polisi bekerja secara profesional. Polisi tidak bisa ditekan dan diatur-atur kecuali oleh Undang-Undang. Namun polisi akan bekerja melindungi dan mengayomi masyarakat serta menjamin tidak adanya kerusuhan maupun penjarahan.
Kapolda menjamin transparansi di mana kinerja tim bisa dicek setiap hari tanpa pengerahan massa besar-besaran.
“Tak perlu pengerahan massa karena berpotensi tampilnya perusuh. Terbukti ada 1 yang kita amankan karena membawa senjata api,” katanya seraya menjelaskan bahwa aksi massa mesti ada surat pemberitahuan. “Sempat saya katakan stop pergerakan aksi, namun karena niatnya hadir baik-baik, maka saya terima dengan baik-baik pula,” ungkap Kapolda.
Di tempat yang sama Kapolresta Pontianak mengawal kehadiran massa dan meminta massa bubar dengan tertib pula. Alhamdulillah hingga Sabtu pagi, 21/1/.17 situasi Kota Pontianak aman dan kondusif. (Nur Iskandar)
