Berita

Pontianak Siaga 1 Antara Aksi dan Penjarahan (Menyusul Peristiwa Bandara Sintang)

Pontianak Siaga 1 Antara Aksi dan Penjarahan (Menyusul Peristiwa Bandara Sintang)

Kendati Kota Pontianak mencekam, namun kesiap-siagaan aparat menjadi jaminan warga untuk beraktivitas normal. Sampai ke Jl Tanjungraya dan Jl Tanjung Hulu semua pergerakan massa masyarakat tampak normal di antara kendaraan dan penjagaan. Saya sendiri yakin bahwa tidak akan pecah huru-hara. Sebab, isu jika ditepis dengan keseriusan menjaga keamanan, dan menjadi perhatian bersama, maka “pencoleng” tak akan berani buat aksi rusuh. Dalam hal ini tindak tegas aparat berupa status “Siaga 1” pantas diacungi jempol.

Saya baru masuk ke jalur Jalan Ahmad Yani pada pukul 15.30 bertepatan dengan keluarnya massa dari Mujahidin seusai Ashar. Mereka bermobil dan kendaraan roda dua. Sebagian besar pakai peci dan ikat kepala warna kuning. Ada poster bertuliskan Bela Ulama Bela Islam.

Iring-iringan massa begitu panjang. Saya taksir massa mencapai 1500 orang. Namun tetap tertib walau ada yang tak pakai helm dan seorang di antaranya diamankan aparat karena membawa senjata api Air Soft Gun. Di antara pergerakan massa yang membelah jalan protokol saya melihat fotografer profesional berlari-lari mengambil momen. Paling istimewa tentunya dari jembatan yang sedang dibangun di depan Ayani Mega Mall.